Tampilkan postingan dengan label belajar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label belajar. Tampilkan semua postingan

Rabu, 10 Agustus 2011

Conversation with my self

DULU - aku bermimpi bisa sekolah sampai luar negeri. Terselip janji di hati, walau topan badai menghampiri aku kan berjuang mengusahakan setiap peluang untuk mewujudkan impian. Semangat yang tak pernah henti berkobar, membakar setiap ruas sendi. Ku kan berjuang untuk kembali belajar mencari ilmu, menghayati peran hayati di bumi. Di sekolahku kelak, ku kan rajin belajar. Aku tahu rintangan besar yang selalu menghadang, tapi kan ku anggap itu tantangan untuk diterjang. Optimis, idealis [Idealis? ini mah nama pemilik student house yg kutempati]

KINI - Duh, susah banget ya kuliah pake bahasa Inggris. Dijelasin ama dosennya pake bhs Indonesia pun mungkin aku ga ngerti. Aku ga tau dasar kuliah ini-itu, tapi males banget baca ini itu. Ngiri sama temen-temen yang lain, yg casciscus capcus ngomong enggris, langsung manggut-manggut pas dijelasin.
Duh, kenapa sih ini udara dingin terus, katanya udah semi bahkan sekarang masuk musim panas, tapi tetep aja dingin, abu-abu, kelam.
Hey you! STOP COMPLAINING! Janji ya jangan komplen-komplen lagi. Kalau sedang down, harus ingat bagaimana dulu susahnya mendapatkan yg dicita-citakan. Jangan sampai berlalu percuma. TETAP SEMANGAT!
Complaining is silly. Either ACT or FORGET! (by Sagmeister Inc.)

Kamis, 24 Februari 2011

when a story begin...

It's been so long I didnt share anything in this blog.
Lazy? I am. But at least I have a really big happy story (at least for me)

started in the first week of December. 
Saturday afternoon...
The next day I had to play organ for Sunday Mass Service, but I felt so dizzy that day.
Suddenly, my phone rang. Text came in. "Akhirta Atikana sent you a message" that's what my phone wall said. 
I opened it. "Es, ikutan NFP kan? Sudah lihat pengumuman. Dikirim lewat email." I replied, "Ya, mbak... aku check inbox dulu." With a big headache i checked my inbox via phone. The letters turned my eyes out. [ok, lebay emang]. Ok, somebody from Wageningen University sent me an email about the scholarship. And the announcement was in attachement. I downloaded it, opened it, nothing happened. 
I texted Mb Tika, "Mb, ga bisa baca attachementnya lewat HP" she replied "sama". Probably if I didnt have any headache I would be laugh, but it didnt happen. My head was spinning.
I tried to forward the mail into my gmail. Sent. Did it. I opened the attachment.
I read it. And I didnt understand what the letter mean. Crazy. I was am.
I texted mb Tika, asking what's the meaning. She reply,"You did it! Congraaatsss!"
What I did? Congrats what? Am I succeed in this scholarship. Still couldnt cant believe it.

Shortly, we-me and Mb Tika, were succeed in NFP scholarship. We spent almost two months full of energy and struggle to fulfill the requirements to go to Holland, The Netherlands. Spent lots of energy, time and money. Yes. em-oh-en-i-way.

January 23 24, early morning, we departed from Soekarno-Hatta Airport after waiting for 6 hours. The flight was delayed and rescheduled. We supposed transited in Dubai and arrived at Schiphol in the mid day. But it was delayed, and we had to transit in Dubai and Venice, Marcopolo Int'l airport. And then, we arrived at Schiphol 8.30 PM. I couldnt open my eyes during flight from Venice to Amsterdam. 

Lost in Marco Polo Int'l Airport
Arrived at Schiphol, our friends Pandu and Eliyah were ready to guide us to Wageningen, accompanied by Dani and Bang Joe, all of them are from PPI Wageningen. Stepping my foot at Wageningen, it was 11.30 PM at Holland, or 5.30 AM at Indonesia. Almost 24 hours trip but we could still be awake. Amazing! Thanks to endorphin and adrenalin. The PPI welcomed us with little party at Eliya's room in Bornsesteeg. Thanks guys!

Welkom bij Wageningen
a journey is about to begin
wish me luck!

Rabu, 03 November 2010

Burger Tahu Sayur

Kembali lagi dalam topik Bento Siang Ini
Mau tahu menu saya siang ini? Voila:
Burger Tahu Sayur

Mau tahu resepnya? Mudah koq.
Bahan-bahannya:
Tahu cina, dibagi 2 vertikal , kemudian potong mendatar sehingga jadi 2 lapis
seperempat ikat bayam, dicacah
2 gumpal bunga kol, dicacah
3 potong ayam fillet, dicacah
2 siung bawang merah
1 siung bawang putih, dihaluskan
1 ruas jari jahe, dihaluskan
1 butir telur, ambil putih telurnya saja

Kalo semua bahan sudah siap, campur semuanya [kecuali tahu cinanya ya] sampai merata. Kalau suka asin bisa ditambah garam secukupnya. Ditambah merica sedikit juga boleh. Kemudian taruh semua campuran di antara 2 lapis tahu dan kukus sampai matang, kira-kira 20 menit. Ok... jadi deh!
Simpel dan enak!

Psst... supaya mudah, bawang dan jahe tidak saya haluskan tapi saya parut dengan parutan keju. Tanpa penambahan garam sebenernya masakan ini sudah cukup asin, karena tahu cina sudah asin. Untuk lacto-ovo vegetarian, mungkin bahan fillet ayam bisa dihilangkan, masih sama nikmatnya koq.

Selamat mencoba!!

Selasa, 02 November 2010

Bento Siang Ini

Sudah seminggu Bos dan istri tidak masuk kantor karena Bos sedang sakit. Akhirnya kemarin pagi menjelang siang, Bos dan istri datang ke kantor. Bos terlihat kurusan dan agak pucat. Cerita punya cerita, ternyata Bos disarankan diet oleh dokter, dan beliau akhirnya mengganti asupan nasinya dengan kentang. Wah, jadi pengen ikutan bergaya hidup sehat [yang bikin kantong ga sehat].

Sore kemarin, akhirnya punya kesempatan untuk belanja di warung [aksi nyata membantu ekonomi rakyat... cuih!], setelah sekian hari hanya mengais makanan dari kulkas. Seperti biasa, mata kalap melihat sayuran yang segar-segar. Tanpa sadar, tangan ini meraup wortel, buncis, kentang imut (baby potato), tomat, selada dan ubi merah. Rp 13.000,00 dari gaji bulan ini terbelanjakan. 

Pagi tadi, begitu bangun langsung ke dapur untuk mengukus ubi dan kentang imut serta wortel dan buncis. Sambil menunggu masak, selada dan tomat dicuci dan dipotong-potong. Kemudian bingung sendiri, mau diberi dressing ala gado-gado atau mayo ya? Buka kulkas ternyata mayo kosong.

Tak hilang akal, kotak bekal kujejali dengan kentang imut, selada, wortel, buncis, tomat dan 3 potong tipis salami. Setelah sarapan ubi merah, petik beberapa jeruk colo-colo, berangkat ke kantor. Sesampainya di kantor, tidak langsung kerja tapi mampir ke supermarket terdekat untuk beli mayo! 

Jadi deh, menu siang ini Salad Sehat!
selada, kentang imut, wortel, buncis, tomat dan salami diperciki perasan air jeruk colo-colo kemudian diberi dressing mayo! Sedaaappp oy! Saking sedapnya, setelah kotak bento kosong baru teringat untuk ambil foto buat dipamerin di sini. Ya... next time saja ya...

Sebagai gantinya, saya pamerin salad dressing buatan saya beberapa waktu yang lalu deh. Judulnya:
AVOCADO DRESSING ALA VEW:

maaf, fotonya jelek...
1 buah alpukat
2-3 sdm mayonaise
1-2 sdm madu
1 sdm air jeruk

blender alpukat dan madu, setelah agak larut, tambahkan mayo. Tuang ke cawan dan campur dengan perasan air jeruk. Rasanya manis, gurih dan asam. Enak untuk campuran caesar salad (kentang rebus+selada+irisan daging asap). Supaya teremulsi (tercampur) dengan mudah dan baik, kadang saya tambahkan minyak (boleh olive oil atau minyak sayur lain). Hmm yummy.... 

Senin, 01 November 2010

Belajar Bencana Alam

Indonesia minggu-minggu terakhir ini sering dikunjungi bencana alam. Gempa bumi disusul tsunami dan erupsi gunung Merapi tidak henti-hentinya diberitakan di media massa. Bahkan kabar terakhir menyebutkan 18 gunung berapi di Indonesia waspada, 2 siaga dan satu awas. Rasa-rasanya sewaktu-waktu Indonesia bisa 'meledak'.

Ada yang mengatakan bahwa ini adalah jeweran dari Yang Maha Kuasa karena bangsa ini sudah penuh dengan dosa. Tapi saya sependapat dengan Clara Ng yang melalui twitternya, "Mengatakan bahwa bencana alam akibat dosa adalah mengejek para masyarakat yg tertimpa musibah dan meninggikan diri sbg yg terluputkan.(@clara_ng, 26Okt2010)".
patut disadari bangsa Indonesia, bahwa negara kita merupakan daerah rawan bencana alam, khususnya gunung meletus, gempa bumi dan tsunami. Seperti yang sering didengung-dengungkan, bahwa Indonesia dilalui oleh Cincin Api Pasifik, rangkaian gunung berapi. Bahkan diperkirakan Indonesia mempunyai jumlah gunung berapi aktif paling banyak di dunia.  Dan letak kepulauan Nusantara di antara 2 lempeng yang aktif, Lempeng Eurasia dan Australia menyebabkan negara kita sering diguncang gempa. Gempa yang berpusat di lautan dangkal sering sekali berpotensi tsunami. Waduh, lengkap deh!

Alangkah baiknya kita menyadari posisi kerawanan tersebut. Belajar mengenai kondisi tanggap darurat adalah salah satu langkah nyatanya. Bagaimana menghadapi peristiwa gunung meletus? Apa yang harus dilakukan saat terjadi gempa? Apakah kita masih tetap pontang-panting menyelamatkan diri saat ada isu tsunami satu jam setelah gempa (seperti yg dulu pernah terjadi di Jogja)? Kapan kita harus mengevakuasi diri dan keluarga? Ke mana kita bisa evakuasi? Sepertinya banyak hal yang harus dipelajari bukan?
sepertinya di Indonesia belum ada international sign seperti ini



Berikut adalah beberapa link yang berguna untuk persiapan menghadi bencana alam 
gempa bumi:
tsunami:
letusan gunung (abu vulkanik):
[sepertinya saya harus menempel ini di dinding kantor saya, supaya bisa hapal di luar kepala].

Bukan hendak mengecilkan peran Tuhan Yang Maha Kuasa. Selain mempersiapkan segalanya, yang terpenting adalah kepasrahan kita dengan Sang Pencipta dan Penyelenggara Ilahi. Dengan kepasrahan padaNya, rasa panik bisa sedikit berkurang. 
Terus terang, bencana alam atau kejadian buruk apapun tidak termasuk dalam konsep saya mengenai hukuman Tuhan. Bagi saya manusialah yang menghukum sesamanya, mungkin konsep umumnya ada dalam Homo Homini Lupus, manusia adalah serigala bagi sesamanya. 
Bukankah banjir salah satunya disebabkan sistem pembuangan yang tidak baik atau menumpuknya sampah di sungai, erosi disebabkan gundulnya hutan, kebakaran hutan juga. Bukankah itu ulah manusia.
Anyway, tidak perlu mencari siapa yang salah. yang terpenting mulai belajar untuk waspada dan mulai mencintai lingkungan dari diri sendiri untuk ditularkan kepada yang lain.
Sperti kata Goethe, "Orang yang tidak dapat mengambil pelajaran dari masa tiga ribu tahun, hidup tanpa memanfaatkan akalnya..."

Let's learn, be safe!


Jumat, 23 Januari 2009

Carla & Chef Candidate


It is a story of my cooking experience. I'm not a good cook. Then, I found that cooking can be practiced easily as long as you have cooking book.

These couple days, my roommate [mbak Carla] visit our room. She usually spends her day at Ciomas, miles away from Cibinong, but for 2 days in a week she stays with me. We share a room. She loves to eat spicy food, but hates cooking. Well, not hate-just lazy to cook. Then she persuaded me to cook. She suceed. For these couple days I cooked for her! What a shock!
First day we, well- I, cooked fish ala woku [yellow spices]. At the day, we wanted to fry some tofu actually. But mbak Carla wanted to eat something spicy [without need to cook it, absolutely]. We had some tofu already. I found some nice tofu recipes in my cooking book. Mbak Carla had been enchanted with the woku tofu. Because we lacked of candlenut, Mbak Carla offered herself to buy them some. Got back from the stall, she handed also fishes. Busyet! I didn't know what to do. Well, tofu was just fine for a cook beginner like me, but not the fishes. I was afraid if I would ruin the food later, hehehehe. Hoping the miracle I sliced the fishes into some fillet, put little lemon juice on it and put them into the pan [with tofu and spices]. Voila... the woku was greatly tasted!!! Well done!

Second day, came Mbak Yeni [another labmate of me]. She bought some salted mini-squid and pete!!! I helped her in the kitchen. We cooked them and put a lot of pepper. Ssshhhhhhh.... it's hot and spicy!!! But it was another delicioso....

A day latter we didn't cook anything because we had a party in the laboratory, hehehehe.

This morning, I cooked chicken claw [cakar] stew. I put some crushed garlic and black pepper into the pan and added some soybean ketchup.... woohooooo.... yummy yummy. We're still keeping the broth and some claws for a bowl of soup tomorrow. Hhmm, just can't hardly wait the soup!!!

This evening we plan to have a barbeque party... well we'll roast some fishes actually. Let's see how it will be?! I'll tell you latter.

hm, just considering to be a chef candidate (at least in my dormitory) beside as a researcher candidate... hehehehe

Jumat, 09 Mei 2008

Anak Anak Telanjang


Hari ini iseng-iseng [tergoda oleh kenarsisan] buka-buka file foto-foto tahun kemaren. Dan aku menemukan foto yang cukup menarik: Aku sedang menunjuk foto anak-anak sedang telanjang di pinggir sungai (lihat foto sebelah).
Saat itu aku sedang ada di lampung, acara reunian tempat mama dan papaku dulu bekerja. Banyak sekali foto-foto 'djadoel' yang dipajang. Namun aku sedikit terusik dengan foto itu. Bagiku foto tersebut lucu sekali. Bayangkan: sekitar 40an anak kecil, usia balita, telanjang di pinggir sungai. wajah-wajah yang polos, dengan tubuh yang polos juga, dipotret.
Seelah bertanya pada temen-temen ortuku, ternyata itu adalah program melatih anak-anak para transmigran di Lampung cara mandi dan gosok gigi yang benar. WOW! Aku terpesona! Banyak hal yang aku terpesonai [halah, bahasanya itu lho!], antara lain;
1. mana ada jaman sekarang program seperti itu di kebanyakan LSM yang berkembang di Indonesia? atau mungkin di sekolah-sekolah. Yah, mungkin emang siy ortu-ortu kita yang ngajarin kita mandi dan gosok gigi [kita?? elo kalee]. tapi ada nga siy, standar mandi yang benar? (kalo gosok gigi udah ada standarnya). Misalkan program tersebut didokumentasikan dalam laporan, kira-kira standar apa ya yang dipakai?
2. sungai yang bersih
mungkin tidak terlihat jelas dari foto yang saya tampilkan. Namun, begitulah yang diceritakan temen-temen ortuku. Kondisi sekarang ini, banyak sungai yang udah kotor, tercemar baik oleh limbah industri dan limbah rumah tangga. Dari raut anak-anak tersebut mereka riang dan gembira saat diajak 'maen' ke sungai. Apakah sekarang ini masih ada sungai yang aman untuk tempat bermain anak-anak? Mungkin hanya sungai-sungai tempat Si Bolang berada. Duh sedihnya.

Love Nature and You!